Illustrasi Robotika IG
Illustrasi Robotika IG

IPTEK.BIZ.ID –¬†Profil Charis Yusron Abadan Peserta Termuda Juara Robotik Internasional 2018¬†Salah satu kompetisi robotika terkenal belum lama ini berlangsung tepatnya pada tanggal 27 Januari 2018 yang lalu di mana sebuah kompetisi Thailand Robotics training competition 2018 setelah selesai berlangsung dan ada salah satu keunikan tersendiri bagi peserta asal Indonesia yang turut ikut dalam perlombaan robotik internasional tersebut di mana salah seorang peserta yang menjadi peserta termuda bernama Charis Yusron abadan mendapatkan penghargaan dan meraih juara pertama untuk kategori line lowers pada kompetisi bergengsi tersebut.

Charis Yusron Abadan adalah salah seorang ahli robotika dengan profil yang sangat bagus di mana pria yang baru berusia 13 tahun tersebut sukses meraih juara pertama untuk kategori Line Flowers pada ajang kompetisi Thailand robotic training and competition 2018 yang berlangsung di Yala technical college Thailand. Malahan yang menjadi kebanggaan dari sosok pria yang sering disapa dengan sudah tersebut menjadi salah seorang peserta termuda yang mengikuti lomba robotika tingkat internasional.

Dari beberapa keterangan yang kami dapatkan, apabila profil Charis Yusron Abadan yang usianya Baru 13 tahun tersebut berasal dari desa hargoretno kecamatan kerek ya langsung membanggakan daerahnya termasuk Indonesia, karena siswa tersebut bisa memboyong penghargaan tertinggi untuk salah satu kategori bergengsi pada ajang robotik internasional 2018 dan sampai saat ini namanya terus terkenal di media sosial atas jasanya tersebut.

Charis Yusron Abadan secara membanggakan membawa medali emas pada ajang robotik dengan kategori Line followers di mana siswa yang berasal dari SMP IT Bina anak sholeh mengatakan apabila dirinya memang sangat menyukai dunia robotik walaupun masih baru Namun ia mengaku sangat semangat untuk mempelajarinya.

Malahan kepada awak media, bocah tersebut menegaskan apabila saat dirinya masih duduk di bangku sekolah SD, sudan ternyata sangat sekali dengan kartun robot yang biasa ia lihat di televisi dan ketika dirinya masuk sekolah menengah pertama langsung penasaran dan ingin mengoperasikan robot dan dirinya pun memilih sebuah ekstrakuler robotik yang ada di sekolahnya.

Setelah Zudan bisa membuat robot, ia pun akhirnya didaftarkan oleh pihak sekolah supaya bisa mengikuti kompetisi tersebut dan ternyata salah satu kompetisi yang pernah ia ikuti dengan skala nasional yaitu berlangsung di Unesa pada akhir tahun 2017 hilang walaupun saat itu dirinya kalah.

Akan tetapi, ketika dirinya gagal pada Perlombaan yang berlangsung di Universitas Negeri Surabaya tersebut, Zudan tidak menyerah dan ia pun terus berlatih sehingga salah satu bukti keberhasilan atas kesabaran dirinya Ia pun langsung mengikuti sebuah perlombaan kompetisi robot TK internasional di tahun 2018 dan menghasilkan Apa yang diharapkan menjadi juara.

Charis Yusron Abadan Radar
Charis Yusron Abadan Radar

Salah satu kompetisi di dunia yang pernah diikuti oleh anak berusia 13 tahun tersebut yaitu Singapore robotic Games 2018 yang berlangsung pada tanggal 24 januari akan tetapi dirinya gagal dan tidak mendapatkan penghargaan, karena saat itu robot yang ia bawa mengalami korsleting dengan tiba-tiba mati mendadak.

Sepertinya tidak patah semangat, selanjutnya perjalanan Zudan di dunia robotika langsung membuahkan hasil ketika putra dari pasangan Imam Bukhari dan Setyowati tersebut langsung memecahkan rekor sebuah pertandingan dengan mencapai garis finish dengan waktu hanya 44 detik dengan membawa robot miliknya saat di Singapura dan ia pun sukses memboyong medali emas yang menjadi kebanggaan dirinya keluarga dan bangsa Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here