50 Juta Akun Facebook Bocor IG
50 Juta Akun Facebook Bocor IG

IPTEK.BIZ.ID – 50 Juta Akun Facebook Bocor, CEO WhatsApp Kampanye Hapus Akun FB Salah satu kabar dari dunia iptek yang sekarang ini menjadi pusat perhatian masyarakat di dunia termasuk di Indonesia yaitu dikabarkan security Facebook kebobolan di mana sebanyak 50 Juta akun bersama data dan semuanya, bocor ke beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga hal tersebut langsung membuat pendiri WhatsApp unjuk gigi dengan mengkampanyekan supaya menghapus akun Facebook pasalnya ketika data dari pengguna Facebook bocor, maka ditakutkan digunakan untuk hal yang tidak baik.

Kabar 50 Juta Akun Facebook Bocor sekarang ini langsung membuat pendiri Facebook ketakutan, malahan dari beberapa kabar yang kami dapatkan apabila skandal tersebut telah meresahkan dan membuat mantan pendiri WhatsApp langsung memberikan komentar pedas kepada seluruh masyarakat di dunia untuk menghapus Facebook karena sudah sangat berbahaya apabila tidak dilakukan sebelum pemilik Facebook yaitu Mark Zuckerberg memperbarui security Facebook.

Melalui salah satu akun twitter resmi milik Brian Acton, dirinya menuliskan dengan sebuah tagar yang langsung trending topic, #DeleteFacebook yang artinya Hapus Facebook dan selanjutnya tagar tersebut mendadak di retweet sampai 1800 pengguna Twitter di dunia dan sampai sekarang menjadi trending.

Brian Acton yang juga sempat menjadi CEO whatsApp dan salah satu pendiri aplikasi chatting tersebut, memberikan ketegasan apabila sekarang ini kondisi Facebook sedang kritis, pasalnya diketahui apabila selama 4 tahun lebih sebelum WhatsApp diakuisisi oleh Facebook dirinya adalah salah seorang penggiat dari aplikasi jejaring sosial ternama di dunia ini. Namun setelah itu, Brian Acton hengkang dari Facebook lalu mendirikan aplikasi bernama signal Foundation yang baru berjalan 6 bulan ini.

Seperti dikutip laman CNET pada hari Rabu, 21 Maret 2018 kemarin, Brian Acton yang selama ini terkenal sebagai ahli dalam bidang enkripsi dan privasi data memang tidak menjelaskan secara rinci terkait alasannya menggunakan tagar yang menyeramkan tersebut, akan tetapi pesan dari sang pendiri WhatsApp tersebut dapat memberikan kejelasan apabila ada skandal bocornya 50 juta data pengguna FB di dunia termasuk Indonesia.

Seperti diketahui apabila publik sekarang ini sedang menyoroti terkait keamanan data dari para pengguna Facebook karena keamanan privasi sampai sekarang ini menjadi salah satu isu yang hangat dibicarakan apalagi di era serba digital di tahun 2018 ini.

Dari beberapa data yang kami dapatkan, sedikitnya 50 juta akun facebook sudah dicuri lalu disimpan oleh Firma analisis data Cambrige Analytical. Malahan data pengguna Facebook tersebut masuk di dalam arsip strategic communication laboratories, di mana keduanya merupakan sebuah perusahaan yang saling berafiliasi atau saling menguntungkan satu dengan yang lainnya.

Seperti dikutip laman Bloomberg, apabila pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg memberikan penjelasan apabila Cambrige Analytical memperoleh data 50 juta personal pengguna Facebook melalui sebuah aplikasi pihak ketiga di mana aplikasi pihak ketiga ini mendapatkan sebanyak puluhan juta pengguna Facebook tanpa ada izin.

Untuk pembagian bocornya 50 juta data pengguna Facebook ya sudah ada di tangan pihak ketiga, sedikitnya 30 juta sudah lengkap untuk memetakan seseorang dan apabila data sudah terkumpul dengan lengkap maka privasi dari para pengguna sudah bukan lagi menjadi privasi dan sangat berbahaya.

Akibat terjadinya skandal bocornya 50 juta akun Facebook dikabarkan sampai saat ini, facebook mengalami kerugian dan anjlok sampai 6,7 persen, dan perusahaan Facebook mengalami kerugian sampai 36 miliar dolar Amerika atau setara Rp 495 triliun, dikarenakan Para investor takut atas terjadinya kasus kebocoran data yang sekarang ini dialami jejaring sosial Facebook.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here